Senin, 05 Oktober 2015

Cerita di jogja

Sebagai tujuan wisata utama di pulau Jawa, Jogja terkenal dengan atmosfer tradisi dan budaya Jawanya yang kental. Daya tarik budaya di Jogja secara umum dibedakan menjadi 2 kategori. Kategori pertama adalah peninggalan fisik yang terdiri dari berbagai gedung tua dan bangunan bersejarah. Kategori kedua yaitu pertunjukan budaya, termasuk berbagai upacara dan tarian tradisional.

Jogja memiliki puluhan bangunan tradisional dan bersejarah yang masih berdiri sebagai jejak dari sejarah panjang yang telah dilalui kota ini. Berbagai candi yang tersebar di wilayahnya merupakan peninggalan Mataram Kuno yang menganut agama Hindu dan Budha. Sebagian besar candi di DIY berada di wilayah Sleman, sebuah kabupaten yang terletak di sisi utara dan timur Kota Jogja.

Kompleks Candi Sewu

Borobudur dan Prambanan, dua candi yang paling terkenal, ternyata secara administratif tidak berada dalam wilayah DIY. Meski begitu, Kota Jogja dan kedua candi tersebut memiliki ikatan yang kuat dalam bidang pariwisata. Beberapa candi dengan keindahan tak kalah dari Borobudur dan Prambanan di wilayah DIY antara lain Ratu Boko dan Kalasan.

Jejak peninggalan Kerajaan Mataram Islam lebih terlihat di sekitar kota karena usianya yang relatif lebih muda. Kotagede adalah tempat dimana kerajaan Mataram Islam membangun kerajaan yang pertama. Pusat aktivitas kota ini dulu dan sekarang masih berada di seputar pasar dulunya merupakan alun-alun kerajaan. Pasar ini bernama Pasar Gede atau sering dilafalkan sebagai Sargede.

Di sekitar kompleks kerajaan kuno ini terdapat dua pemakaman khusus, satu untuk raja dan keluarganya dan satu lagi untuk para pejabat kerajaan dan orang orang penting. Ada juga sebuah masjid tua yang dibangun dalam arsitektur Jawa yang kental. Jalanan kota dan gang yang sempit serta pemukiman yang padat juga merupakan warisan dari zaman kerajaan Mataram Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar