Senin, 14 Desember 2015

Hidup Sehat Milik Kita Bersama

Saat ini, Indonesia tengah berbenah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkehidupan dinamis. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari promosi kesehatan, penyebaran pamflet, hingga beragam iklan yang menyajikan topik hidup sehat selalu bermunculan di media informasi. Tak cukup sampai disitu,program-program kerja pemerintah untuk menyehatkan bangsa jugadiaplikasikan dengan adanya JAMKESMAS, maupun program lainnya.Dalam peringatan hari Kesehatan Nasional yang diperingati tanggal 12 November 2011 kemarin, beragam isu kesehatan, mulai dari isu dalam lingkup kecil hingga ke lingkup yang lebih kompleks dibahas dan sedang “berusaha” dipecahkan oleh pemerintah. Namun, sudahkahsemua itu mencapai usaha maksimal untuk mencapai kehidupan yang sehat dan sejahtera?Salah satu yang dibahas secara intensif adalah mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kesehatan (RPJM-K) tahun 2010 – 2014. Program yang sedang “digodok” pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat adalah bagaimanana memperpanjang Umur Harapan Hidup (UHH) dan menurunkan lagi Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI) dan prevensi gizi kurang untuk mencapai target nasional serta pemantapan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan/pengembangan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) seperti Desa Siaga dan pemantapan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) dengan prioritas bagi seluruh masyarakat miskin. (www.waspada.co.id)Untuk mencapai hal di atas, saat ini ada 3 (tiga) persoalan besar bidang kesehatan, dimana salah satunya berkaitan dengan aspek perilaku yang ditandai dengan masih rendahnya kesadaran masyarakat dan peran sertanya dalam pembangunan kesehatan. Hal ini ditujukan dengan lambatnya kemajuan peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga, tatanan pendidikan, tatanan tempat kerja, tatanan tempat umum dan tatanan institusi kesehatan. (www.waspada.co.id)Tujuan pemerintah untuk menyehatkan bangsa kiranya masih “jalan di tempat” jika kesadaran hidup sehat dalam masyarakat sendiri tidak menunjukkan antusiasme. Bagaimana program kerja pemerintah bisa sukses jika hanya pemerintah yang melakukan beragam upaya kesehatan? Negara ini dibangun dari struktur pemerintah dan rakyatnya, maka untuk mencapai suatu tujuan bersama, diperlukan adanyabalanceantara program kerja dan upaya pemerintah dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.Namun, seperti yang kita ketahui bersama, potret pendidikan kesehatan dan kesadaran pola hidup sehat masih sangat rendah dalam masyarakat. Jangankan kesadaran hidup sehat untuk anak, perilaku orang dewasa saja seringkali tidak menunjukkan bagaimana pola hidup sehat yang benar. Bagaimana tidak, di depan umum mereka sering makan dari kedai yang tidak higienis, merokok, bahkan yang paling parah adalah merusakbanneratau papan iklan yang bertemakan kesehatan. Dan pada lingkup terkecil pun, yaitu keluarga seringkali mengabaikan pendidikan hidup sehat untuk anggota keluarganya, padahal, sesuatu yang komplek terlebih dahulu tersusun dari hal yang kecil.Kesehatan suatu bangsa kiranya bukan hannya kebutuhan dari “peran” pemerintah, tapi juga kebutuhan masyarakat itu sendiri. Dengan hidup sehat, kita akan lebih “hemat” karena menjaga kesehatan jauh lebih murah daripada mengobati penyakit. Hal ini dapat menjadi tonggak utama pencapaian kesejahteraan agar terwujud Indonesia yang berbangsa sehat dan berbudi luhur.Meraih kesejahteraan masyarakat dengan kesehatan kiranya lebih baik dengan usaha preventif, bukan rehabilitatif. Slogan yang sudah menjamur di masyarakat “mencegah lebih baik daripada mengobati” sebaiknya jangan hanya menjadi pelengkap pengetahuan kesehatan, namun juga diperlukan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Entah mengapa, kesadaran masyarakat akan berharganya nilai “sehat” baru akan begitu dijunjung tinggi ketika sudah ada penyakit yang “datang” atau sekedar “mampir”. Padahal, peluang untuk mencegah penyakit bukanlah cara sulit jika kita bisa menemukan kuncinya, yaitu membiasakan pola hidup sehat dan teratur.Hidup sehat pun akan lebih baik jika langkah dantahap-tahap pencapaiannya melalui cara “alami”, dimana hidup dimulai dengan kesadaran akan pentingnya pendidikan pola hidup sehat dan menghindari konsumsi obat-obatan untuk menunjang daya tahan tubuh. Banyak cara maupun sarana yang dapat dijadikan jembatan dan menghilangkan beragam alasan yang ada di masyarakat berkaitan dengan masih sulitnya menjaga kesehatan dengan cara alami atau herbal. Karena bagaimanapun juga, sesuatu yang alami akan berdampak lebih ramah bagi tubuh, maupun lingkungan sekitar.Perlukah adanya pendidikan hidup sehat dalam keluarga? Tentu saja hal tersebut tidak lagi menjadi pertanyaan jika kita mampu melihat kesehatan dari beragam aspek. Kita tidak bisa semerta-merta menyalahkan pemerintah jika terdapat ancaman kesehatan atau penyakit dalam masyarakat, karena masyarakat bukanlah ‘bayi besar’ yang haus akan suapan-suapan kecil dari induknya. Sudah saatnya masyarakat proaktif dalam rangka peningkatan mutu kesehatan yang dimulai dari lingkup terkecil. Oleh karena itu, hal yang paling perlu dibenahi adalah bagaimana cara menyadarkanmasyarakat agar mau merapkan pendidikan hidup sehat dan merealisasikannya dalam kehidupan.Sekali lagi, masyarakat diharapkan untuk berpastisipasi dengan menyadari pentingnya pendidikan hidup sehat, minimal dari dirinya sendiri dan keluarga. Pertanyaannya, bagaimana cara mendidik keluarga untuk hidup sehat? Berikut langkah-langkahnya:1.Biasakan keluarga untuk mencuci tangan memakai sabunMencuci tangan menggunakan sabun mampu mencegah penyebaran penyakit diare dan kolera, serta menghidari masuknya telur cacing saat memegang makanan, terutama untuk anak-anak. Menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, menunjukkan penyebab kematian bayi usia 29 hari sampai 11 bulan, terbanyak (55,2%) karena penyakit diare yang dapat dicegah dengan intervensi lingkungan dan perilaku. Begitu pula proporsi penyebab kematian pada anak usia 4-11 tahun, yaitu diare (25,4%) dan pneumonia (15,5%).Begitu banyak manfaat mencuci tangan menggunakan sabun yang selama ini sering diabaikan olehanak-anak, namun tak menutup kemungkinan juga orang dewasa. Oleh karena itu, berikan informasi selengkap-lengkapnya kepada keluarga tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan ajarkan pula untuk tidak menyentuh makanan yang berhubungan langsung dengan udara luar.2.Hindarikebiasaan yang burukKebiasaan yang kurang baik dapat menyebabkan kita terkena penyakit. Seperti kebiasaan merokok, miras (minuman keras), obat-obatan, dll. Hal tersebut dapat menyebabkan mudahnya penyakit menyerang sistem kekebalan tubuh kita. Tak hanya itu saja, kita juga dapat terkena dampaknya yang lain seperti mudah pikun, malas, pemarah, dll. Untuk itu usahakan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang bodoh tersebut. Namun, kebiasaan itupun harus ditunjang dengan teguran dan koreksi dari pihak keluarga sehingga dalam lingkungan keluarga tercipta suasana yang nyaman, kondusif, dan bebas dari pengaruh bahan kimia yang tidak berguna, apalagi berbahaya. Tidak mungkin salah seorang anggota keluarga mampu terhindardari kebiasaan buruknya jika anggota keluarga yang lain masih acuh pada perilaku anggota keluarga yang lain.3.Menjaga kebersihan dan olahraga teraturKebersihan diri sendiri perlu diperhatikan dan dijaga dengan baik karena terkait dab berkaitan erat dengan penampilan kita di masyarakat umum. Ajarkan keluarga untuk menghindari bertukar peralatan mandi, peralatanmake up, maupun pakaian pribadi dengan orang lain walaupun masih dalam satu keluarga karena mungkin dapat menularkan penyakit yang berbahaya. Kebersihan diri pastilah berhubungan dengan keadaan lingkungan, olehkarena itu manfaatkan hari Minggu untuk membersihkan dan merawat lingkungan rumah. Jangan pula melewatkangreen projectuntuk menyegarkan udara yang dihirup keluarga dengan penghijauan.Berolah raga secara teratur dapat memacu jantung, pernafasan dan peredaran darah menjadi lebih baik. Biasakan berolah raga setiap hari dengan kegiatan yang ringan seperti berjalan kaki, senam, fitnes, jogging, bersepeda, atau melakukan olah raga penuh seperti main badminton, sepak bola, lari maraton, tenis, bola basket, dan lain sebagainya. Hindari pula tidur setelah makan karena akan mengganggu sistem pencernaan.Dari beberapa uraian di atas, semakin jelas bahwa Indonesia sebenarnya masih berkesempatan untuk menciptakan suasana masyarakat yang sehat, dinamis dansejahtera dengan adanya keseimbangan antara pemerintah dan aspirasi serta partisipasi masyarakat. Kita tidak bisa memvonis salah satu pihak gagal dalam usaha menyehatkan bangsa, jika pihak yang lain belum bisa dikatakan optimal dalam upaya pencapaian hidup sehat untuk Indonesia. Pun, jika kita memiliki hidup yang sehat, bukan hanya keluarga yang akan terhindar dari beragam problema kesehatan, tapi juga masyarakat luas dan Indonesia pada umumnya. Jadi mulai sekarang, bukalah pikiran lebar-lebar agar kita mau me ndukung program kerja pemerintah tentang kesehatan penduduknya dan berperan aktif di dalamnya. Sehat bukan hanya milik perseorangan, tapi sehat adalah milik kita bersama.

Presiden Tanpa PemudaGarin Nugroho

Bulan Agustus 2014 saya memberi catatan khusus dalam kolom ini tentang nilai penting bicara tentang pemuda, mengingat postur penduduk Indonesia usia produktif (15-35 tahun) mencapai lebih dari 60 persen.Kenyataan lain menunjukkan bahwa 50 persen lebih penduduk yang bekerja menanggung beban separuh lainnya, sementara kualitas tenaga kerja Indonesia lebih dari 50 persen didominasi lulusan sekolah dasar. Bisa ditebak, kualitas tenaga kerja Indonesia di bawah tetangga utama di ASEAN, dari Singapura, Malaysia, Filipina, hingga Thailand.Oleh karena itu, sungguh menyedihkan, di tengah situasi perayaan Sumpah Pemuda yang berlanjut dengan Hari Pahlawan, tidak cukup hadir komunikasi panduan kebangsaan dari Presiden atau juru komunikasi Presiden dan elite politik untuk merenungi pemuda dan masalahnya.Perayaan Sumpah Pemuda kali ini terasa adem-ayem. Yang mencolok adalah berita demonstrasi perburuhan dan peledakan bom, disusul kemudian berita tentang tenaga kerja Tiongkok, perbatasan yang diklaim Tiongkok, atau juga kritik tentang isupenyatuan beberapa BUMN untuk mendukung investasi Tiongkok, sebuah strategi yang dikritik jungkir balik bagai menggadaikan bangsa, demikian juga tentang Freeport yang diberi komentar saling berlawanan oleh pembantu Presiden.Dengan kata lain, pasca setahun pemerintahan, jargon kerja Presiden yang pragmatis dihadapkan dengan kenyataan kekuatan ekonomi dan politik dua raksasa dunia: Amerika dan Tiongkok di tengah ledakan jumlah penduduk muda Indonesia yang kualitasnya di bawah negara-negara ASEAN.Harap mafhum, masyarakat sipil menuntut panduan sikap kebangsaan berbasis filosofibangsa untuk menghilangkan beragam kekhawatiran. Sebutlah, panduan kebangsaan arah serta strategi politik luar negeri di tengah persaingan Amerika, Jepang, India, hingga Tiongkok. Atau juga, panduan kebangsaan perlindungan tenaga kerja lokal ketika tenaga kerja Tiongkok menyerbu dari tingkat manajemen hingga buruh. Bahkan, panduan kebangsaan berkaitnilai Sumpah Pemuda, seperti bahasa Indonesia yang dikeluhkan tidak diberi dukungan strategi kebangsaan yang kuat di tengah kualitas hidupnya yang kehilangan daya tumbuh.Dalam sebuah diskusi terbatas aktivis budaya dan politik, terbaca sebuah kejengkelan: ”Pemerintahan sekarang dengan jargon kerja yang pragmatis, meski diakui menunjukkan nilai kerja, mulai kehilangan panduan nilai kebangsaan. Pemerintahan hingga DPR bahkan polisi dan militer terasa cenderung terpisah dari rakyat. Elite politik dan aktivis yang masuk pemerintahan sibuk dengan proyek, program, dan targetnya sendiri, terlupa dan gagal mengajak pemimpin nonformal di masyarakat sipil di berbagai profesi untuk berpartisipasi. Akibatnya, semua berjalan sendiri-sendiri untuksurvival, baik birokrasi yang berusaha memenuhi segalanya yang serba kelebihan target, demikian juga atmosfer kritik, demonstrasi, terlebih rakyat yang dibebani harga yang serba naik. Anehnya, staf komunikasi Presiden tidak juga memunculkan kemampuan memandu rakyat untuk memberi arah strategi berbangsa.Haruslah diakui, pemerintahan Jokowi enambulan terakhir dengan jurus kerja yang pragmatis, mampu memandu harapan rakyat, terlebih dengan cerdik Jokowi menggerakkan program populer merakyat, dari kereta api, bendungan, sepak bola, hingga kapal laut dalam negeri. Namun, sebagai sebuah bangsa, pragmatisme jargon kerja ternyata tidaklah cukup. Warga bangsa akan mulai khawatir ketika merasakan kehilangan panduan politik makro yang menyangkut prinsip filosofi sendi-sendi berbangsa berkait dengan gagasan dasar pertahanan ekonomi, pertahanan tenaga kerja, agama hingga bahasa maupun mental berbangsa.Harus diingat, momentum Sumpah Pemuda ataupun Hari Pahlawan menunjukkan sejarah tentang pragmatisme kerja pemuda membangun negara dalam keindahan spirit kebangsaan. Agaknya, ini menjadi PR staf komunikasi Presiden dan elite politik pasca setahun Presiden Jokowi.

MEA : Siapa Takut?

Tak terasa kita sudah berada di bulan Desember tahun 2015, itu berarti bulan depan sudah memasuki tahun 2016. Tahun yang menandai diberlakukannya eraMasyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau yang biasa disebut pasar bebas kawasan Asia Tenggara.Negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini akan menjadikan sebuah kawasan yangterintegrasi dalam kesatuan pasar dan basis produksi. Dengan terciptanya kesatuan pasar dan basis produksi maka akan membuat arus barang, jasa, investasi, modal dalam jumlah yang besar, dan tenaga kerja menjadi tidak ada hambatan dari satu negara ke negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.Indonesia sebagai salah satu Negara di Asia Tenggara mau tidak mau juga akan terlibat aktif dalam era persaingan bebas ini. Indonesia dengan jumlah penduduk hampir 250 juta jiwa akan menjadi pangsa pasar yang strategis lantaran jumlah penduduknya yang besar. Dengan jumlah penduduk yang berlimpah, ini berarti kita akan menjadi sasaran empuk bagi Negara Asean lain untuk memasarkan produk-produknya.Indonesia saat ini menjadi pasar yang sangat menggiurkan dibandingkan dengannegara lain. Buktinya, sekitar 40 persen konsumen kelas menengah di kawasan Asia tenggara ada di Indonesia. Selain itu, produk domestik bruto (PDB) Asean juga 25 persennya berasal dari Indonesia.Nah apa yang akan terjadi jika produk dalam negeri tidak siap dalam persaingan ini, maka dipastikan Indonesia hanya akan menjadi pasar dan penonton bagi negara lain.Presiden Jokowi pun dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa Indonesia harus siap menghadapi ini. Siaptidak siap pokoknya kita harus bisa, tidak ada cara lain kita harus optimis kata Presiden.Dengan berlakunya MEA ini akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia, competition risk akan muncul dengan banyaknya produk impor yang akan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk-produk luar negri, tetapi ini juga merupakan peluang bagi para pengusaha dan pekerja Indonesia untuk ekspansi ke Negara lain.Hal yang menarik pula kita cermati adalah adanya kecenderungan masyarakat Indonesia untuk lebih menyukai hal hal bernuansa luar negeri, ambil contoh sederhana kita setiap hari disuguhkan dengan film Korea, India, Thailand dan yang booming baru-baru ini film dari Turki. Tapi tahukah kita bahwa ini sebenarnya juga salah satu strategi marketing bagi Negara lain untuk mempromosikan produknya.Maka tak heran kita bisa saksikan anak muda kita yang merasa lebih ‘pede’ jika memakai barang impor dari pada produk lokal buatan anak bangsa sendiri. Ini bukan masalah kualitas, tetapi lebih ke masalah selera. Contoh lain buah dan sayuran impor dari Malaysia dan Vietnam yang semakin banyak meramaikan pasar-pasar swalayan kita, bahkan sudah sampaike pedagang kaki lima.Tetapi ada hal lain yang menarik menurut pengamatan sebagian pengamat, bahwa selain produk yang perlu dikhawatirkan juga adalah membanjirnya tenaga kerja asing yang akan masuk ke Indonesia.Berbagai profesi profesional seperti engineer, pengacara, chef, akuntan, dokter,perawat semua akan bebas menginjakkan kakinya di Indonesia, demi mengisi pos pos pekerjaan yang tersedia di Indonesia. Tentu saja tenaga kerja lokal akan bersaing ketat dengan tenaga kerja asing nantinya.Langkah pemberlakuan MEA ini akan diapresiasi dengan baik oleh para wirausahawan karena mereka akan memperoleh banyak stok tenaga kerja yang mumpuni di bidangnya, jadi mereka tinggal pilih saja. Namun satu hal yang harus diperhatikan adalah perusahaan-perusahaan asing yang memang selama ini sudah mulai mendatangkan tenaga kerja sendiri dari negaranya seperti halnya Tiongkok. Dilain karena upah mungkin masalah kultur dan bahasa juga menjadikan mereka akan lebih memilih pekerja dari negaranya sendiri.Dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas Indonesia masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasaldari Malaysia, Singapura, dan Thailand serta fondasi industri yang bagi Indonesia sendiri membuat Indonesia masih berada pada peringkat keempat di Asean.Jauh hari sebelumnya Negara-negara lain telah mempersiapkan diri untuk masuk indonesia. Bahkan saya pernah dengar dari teman bahwa di Malaysia sekarang ada sejumlah kursus untuk belajar bahasa Indonesia. Pengajarnya adalah para mahasiswa Indonesia yang sementara melanjutkan magister maupun doktoral di negara Jiran tersebut. Kursus ini tentunya untuk persiapan para calon tenaga kerja yang ingin mengadu nasib di Negara kita nantinya. Ini juga menandakan kalau mereka telah sangat siap kerja di Indonesia dengan persiapan yang boleh dikata sudah sangat matang.Salah satu hal yang harus menjadi perhatian bagi pemerintah dan pekerja Indonesia adalah sertifikasi dan standar kompetensi yang belum merata untuk berbagai profesi, begitu pula dengan pernguasaan bahasa untuk pekerja kita. Dan ini harus ditemukan jalan keluar secepatnya kalau ingin sukses berkompetisi.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2015, jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 122,4 juta orang. Jumlah orang yang bekerja sebanyak 114,82juta. Sementara jumlah pengangguran sebanyak 7,56 juta orang. Kita berharap angka ini jangan sampai angka pengangguran ini justru semakin bertambah karena berlakunya MEA tahun depan.Salah satu cara yang bisa dilakukan agar Indonesia benar-benar siap menghadapi MEA adalah dengan meningkatkan daya saing di berbagai bidang. Selain itu juga harus ditingkatkan kualitas pelatihan guna meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM Indonesia.Meskipun peran dominan dalam meningkatkan kualitas menjadi milik pemerintah, bukan berarti seluruh tanggung jawab berada di tangan pemerintah. Justru sebaliknya, perlu kesadaran bahwa efek dari MEA akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan tanggung jawab untuk berpartisipasi dan mempersiapkan diri menjelang 2016 menjadi milik bersama. Olehnya itu mari siapkan diri menghadapi persaingan tahun depan. MEA siapa takut?Salam

Pemuda Zaman Dahulu dan Masa Kini

Apakah yang kalian ketahui ada apa sebenarnya pada tanggal 28 Oktober 1928? Kita semua wajib tahu bahwa pada tanggal tersebut adalah hari sumpah pemuda. Bukan sembarang sumpah pemuda, tetapi merupakan hari diucapkannya sumpah oleh para pemuda saat itu yang isinya menyatakan bahwa mereka bersumpah untuk mengakui Bertumpah darah satu, Berbangsa satu, dan Bertanah Air satu, yaitu Indonesia.Janji atau sumpah pemuda berbunyi“KAMI, PUTERA DAN PUTERI INDONESIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH INDONESIA. KAMI, PUTERA DAN PUTERI INDONESIA MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA. KAMI, PUTERA DAN PUTERI INDONESIA MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA”.Mungkin kalimat sumpah pemuda tersebut sekarang mudah diucapkan oleh kita, dan mungkin sebagian orang sudah menganggap bahwa sumpah pemuda bukanlah hal besar. Tetapi, tahukah kalian betapa sulitnya pemuda saat itu untuk membuat sumpah pemuda untukmenyatukan semua pemuda dari berbagai sukudan budaya yang berbeda-beda? Betapa penuh perjuangannya pemuda saat itu untuk menyatukan semua pemuda Indonesia.Sekarang, cobalah kita amati pemuda masa kinihanya sebagian kecil saja  yang benar-benar mengindahkan sumpah pemuda sekarang ini. Apa yang kalian ketahui tentang pemuda? Apakah pemuda adalah orang yang berumur antara 15-25 tahun? Ataukah pemuda adalah orang yang terlihat sudah besar dan dewasa? Secara umum, definisi pemuda setidaknya memiliki 3 kategori yang menyangkut batasan usia, sifat atau karakter, dan tujuan dari aktifitaskepemudaan.Secara biologis, pemuda adalah orang yang berusia antara 15-30 tahun. Dan arti sebenarnyapemuda yaitu calon penerus bangsa, kader keluarga, kader masyarakat, dan juga kader bangsa. Dan di tangan pemuda-lah nasib bangsa kita ditentukan. Seandainya pemuda saat ini memiliki kemampuan dan semangat untuk merealisasikan sumpah pemuda, sudah pasti bangsa kita sudah menjadi bangsa termakmur di dunia.Marilah sejenak kita mengingat perjuangan pemuda zaman dulu, para pemuda memiliki karya-karya besar yang saat ini mulai rusak karena era globalisasi. Kala itu, pemuda Indonesia bersemangat sekali terhadap karyanya, yaitukemerdekaan Republik Indonesia.Itulah negara yang saat ini kita tempati, rumah kita semua. Rumah yang senantiasa di rawat dan di jaga supaya lebih indah.Pentingnya peran pemuda Indonesia untuk berlaku jujur, disiplin, dan memakai hati dalam bekerja. Pemuda Indonesai adalah generasi penerus yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Dalam masalah sosial pun pemuda Indonesia sangat dibutuhkan, terutama masalah sosial seperti kemiskinan. Seharusnyasebagai pemuda, mampu menjadi contoh atau momok agar memberikan contoh atau saran untuk menyelesaikan masalah ini.Kembali kepada peran pemuda, pada zaman dulu di setiap ada kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, acara-acara keagamaan, acara adat-istiadat, para pemuda pasti berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Tapi sekarang para pemuda seolah-olah tidak peduli lagi dengan acara semacam itu. Padahal, hal tersebut adalah warisan nenek moyang kita dikala tokoh-tokoh budaya sudah tidak ada.Banyak pemuda masa kini lebih senang menghabiskan waktu dengan hura-hura, foya-foya dan kegiatan lainnya yang hanya bertujuan untuk mencari kepuasan batin sendirisaja. Semakin berkembang zaman, maka semakin maju pula perkembangan teknologinya. Peradaban dunia saat ini-pun semakin canggih, contohnya adalah sarana untuk berkomunikasi. Pemuda masa kini lebih sering aktif dan menyukai dunia maya dibandingkan dunia nyata.Seperti contohnya : facebook, twitter, instagram, dll adalah media yang marak digemari oleh pemuda masa kini. Mereka lebih mementingkan dunia maya daripada dunia nyata. Ditambah, saat ini banyak pula gadget-gadget (sarana komunikasi) bermunculan dengan model dan fungsi yang beragam. Membuat masyarakat masa kini menjadi masyarakat yang konsumtif. Berbeda dengan pemuda zaman dahulu yang lebih sering melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat atau persetujuan untuk membenahi masyarakatnya.Sebagai pemuda, maka harus aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat. Kehadiran pemuda sangat ditunggu-tunggu dan di nantikan dalam masyarakat untuk membangun bangsa. Lantas,apa yang seharusnya dilakukanoleh para pemuda masa kini?. Pada dasarnya, pemuda meiliki semangat untuk berubah dan memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan. Sebagai pemuda, kita seharusnya belajar mengenali karakter dan potensi yang ada pada diri sendiri lalu dikembangakan. Dan juga turut mengambil bagian dari pembangunan negara sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing.Tetapi, sekarang pun banyak pemuda yang mulai mengharumkan nama bangsa dengan prestasi-prestasinya di berbagai negara. Kita perlu mendukung hal tersebut demi memajukanbangsa Indonesia. Saya pikir, itu merupakan halpositif yang harus diacungkan jempol dan juga sebagai motivasi kita untuk berpikir lebih maju lagi untuk kedepannya.Salah satu bentuk positif lainnya adalah lahirnya organisasi pemuda yang bersifat positif. Dengan adanya organisasi tersebut, para pemuda lebih mudah bersosialisasi dengan masyarakat, demi mewujudkan visi dan misi yang positif pula. Dan juga dengan adanya organisasi para pemuda, mencegah para pemuda dari kegiatan-kegiatan yang negatif. Masyarakat-pun harus mendukung setiap kegiatan pemuda yang bersifat positif.Menurut anda, apakah perlu sosok pemimpin pemuda untuk terjun ke dunia politik? Ya, sosokpemuda sangat diperlukan di dalam dunia politik. Agar pemuda paham dan tahu bagaimana terjangnya dunia politik masa kini. Sebagai pemuda, wajib mengetahui dunia politik. Karena mau tidak mau, pemudalah yang akan meneruskan semua urusan dunia politik. Namun harus tetap mengedepankan rasa idealisme, dan mengutamakan nilai-nilai kebaikan.Pada intinya, pemuda adalah generasi penerus bangsa yang harus siap melanjutkan kepemimpinan yang saat ini masih berlangsung, karena sudah menjadi hukum alam jika generasi dalam kehidupan pasti terjadi. Pemuda harus berpikir jauh kedepan dan mempersiapkan gagasan jangka panjang yang pasti akan ditanggung. Karena, nanti pemuda-lah yang akan berperan besar dalam menjalankan sejumlah urusan seperti politik, ekonomi, birokrasi, dan sebagainya.Sebagai pemuda semestinya memilih untuk menggeluti dan memilih fokus dalam bidang-bidang tertentu. Dan ntuk lingkungan dan lembaga yang bisa dijadikan sebagai fasilitas penggali potensi, bisa melalui lembaga organisasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Pemuda harus bisa membuat terobosan baru yang lebih positif dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar.“Beri aku seribu orangtua, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru! Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia!”.Mungkin seperti itulah sepenggal pidato dari Soekarno, presiden pertama RI yang sering kita ingat. Dari situ kita bisa pahami, perbandingan dari seribu dan sepuluh bukanlahperbandingan yang sedikit. Namun tidak berarti orangtua tidak memiliki andil apapun dalam pergerakan bangsa ini, namun tidak dapat dipungkiri bahwa pemuda memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk membangun bangsa tercinta ini. Itu adalah salah satu bentuk optimisme yang Bapak Soekarno rasakan.Pemuda sebagai salah satu penggerak bangsa ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya yaitu pertama, kelebihan dari segi fisik dan psikologi. Pemuda memiliki kekuatan fisik yang prima dan lebih energik apabila dibandingkan orangtua. Dan kelebihan selanjutnya yaitu semangat pemuda yang membara. Semangat untuk bergerak dan berubah. Dan masa muda adalah masa subur idealisme. Banyak peristiwa sejarah lahir karena idealisme masa muda.Sudah saatnya pemuda menempatkan diri sebagai agen sekaligus pemimpin perubahan. Pemuda harus memperjuangkan cita-cita bangsa melalui perjuangannya. Pemuda harus bersatu dalam kepentingan yang sama (common interest). Mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan pemuda akan mengangkat moral perjuangan enerasi muda.Diposkan olehVallenita anshori

Senin, 23 November 2015

Antara Hammock, Katamata dan Pantai Siung





Setelah beberapa cerita liburan di Gunung Kidul, Jogjakarta, mulai dari nyobain panjat tebingmenyusuri Gua Senen sampai dengan latihan kopasus di dalam perut Gua Gebyok, kali ini saya mau menceritakan tentang orang-orangnya, siapa lagi kalo bukan tiga pria ajaib yang menemani liburan singkat kemarin. Mereka tergabung di wadah penggiat wisata minat khusus : Katamata Adventure

Perkenalan dengan mereka sebenernya bisa dianggap sebagai sebuah keberuntungan *atau kecelakaan yaa? haha*. Waktu itu, selepas tugas kantor tiga hari di kota Jogjakarta, saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halaman saya di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kulon Progo, sementara teman-teman kantor yang lain kembali pulang ke Jakarta. Praktis ini menjadi solo trip bagi saya. Merasa masih ada sisa 3 hari sebelum hari senin minggu depan, maka terlintas pertanyaan di kepala saya : mau kemanaaaaaaaa yaa yang lucu?

Teringat sebuah gua yang ketika solo trip bulan April lalu ke Jogjakarta belum sempat didatangi, Gua Cokro namanya. Berbekal paket data, saya pun berselancar di dunia maya mencoba mencari info bagaimana menuju kesana. Dari sebuah website, saya tidak sengaja menemukan Gua Gebyok. Disitu dijelaskan bahwa Gua Gebyok yang masih terletak di Kabupaten Gunung Kidul adalah gua dimana waktu penelusurannya berkisar antara 8-12 jam. Dahi saya berkerut " gilaaa.. lama bener.. itu dalemnya kayak apa sampai selama itu?" Penasaran, saya pun merubah niat awal yang semula ingin mengunjungi Gua Cokro berubah menjadi Gua Gebyok.

Penelusuran informasi pun dimulai. Agak sulit rupanya mencari orang yang bisa menemani saya kesana. Sekalinya ada, minimal peserta caving 6 orang. Tidak putus asa, saya tetap optimis mengunjungi mbah google berkali-kali. Akhirnya penelusuran saya berhenti di satu nama yang terdapat di sebuah blog pribadi : katamata adventure. Saya berusaha mencari situs resmi katamata adventure ini melalui mbah google, tapi yang nongol hanya sebatas fanpage di jejaring sosial. 

Awalnya sempat ragu, karena fanpage yang saya temukan cenderung sepi posting, tidak ada foto kegiatan atau postingan lainnya yang menunjukkan kalau mereka trully exist *belakangan baru saya tau kalau fanpage itu baru dibuat satu hari sebelum saya temukan* Tapi no problem, dengan rasa optimis saya pun mencoba mengirimkan private message. Alhamdulillah.. meskipun percakapan berlangsung datar di dalam inbox, tetapi mereka tidak keberatan mengantar meskipun saya hanya seorang diri. Janji kopi darat pun dibuat.

Sore itu, setelah perjalanan beberapa jam dari kampung halaman, saya tiba di Alun-alun Wonosari sebagai tempat yang dijanjikan untuk kopi darat. Sambil menyaksikan sekelompok orang yang sibuk berolahraga di lapangan alun-alun, saya berusaha menghidupkan kembali badguy alarm saya sebelum saya berjumpa dengan mereka -yang notabene tidak pernah saya kenal sebelumnya. Maklum, perjalanan seorang diri yang kerap saya lakukan memaksa saya untuk melatih insting alami dalam mengenali siapa saja yang berpotensi negatif.

Tidak lama berselang, satu buah motor berhenti di depan saya. Dua orang pria yang berkaus hitam dengan tulisan Katamata Adventure menghampiri saya "mbak putri ya?" Dan perkenalan pun terjadi, mas Agus dan mas Wasesa namanya. Tanpa buang waktu, perjalanan berlanjut menuju Pantai Siung yang akan menjadi starting poin ke Gua Gebyok. 

Saya sempat tidak percaya ketika menemukan diri saya melaju di atas motor pada sebuah jalanan yang kanan kirinya hutan jati yang super sepi dan gelap bersama orang-orang yang baru saya kenal 1 jam yang lalu! Tapi saya bisa bernafas lega karena saya bisa merasakan kalau alarm bad guy saya tidak berbunyi, seolah tau bahwa mereka bukan orang seperti yang sering diberitakan di televisi. Namun saat itu, ada alarm lain yang berbunyi yang belakangan saya baru sadar bahwa itu adalah alarm bully-guy hahaha. 

Suasana perkenalan yang datar berubah menjadi ajang bully yang sengit antara saya dan tiga orang pria ajaib ini seiring waktu yang kami habiskan di Sekitar Pantai Siung. Salah satu bully-an mereka yang cukup dasyat adalah dengan menceritakan tempat-tempat menarik di sekitar Pantai Siung dengan ekspresi muka yang heboh sambil menunjukkan foto-foto kegiatan alam yang mereka lakukan. Intinya berusaha meracuni saya untuk extend sampai hari senin demi melihat pagelaran seni topeng yang akan digelar di desa ini *dan mereka berhasil haha. 

Sebagai balasan, maka setiap pagi saya membully mereka dengan menjungkirbalikkan hammock yang mereka pakai sambil berteriak kencang : banguuuuuuuuuuuuuun.. katanya mau tiduuuuurrrr! It was actually one of my favorite time hihi.



Jangan khawatir, meskipun mereka jago nge-bully, tapi soal keahlian, jangan diragukan. Segala macam peralatan standart caving yang mereka bawa untuk menemani kita menyusuri perut bumi seolah menjadi bukti bahwa our safety is their main concern.

Ketiadaaan sinyal di Pantai Siung adalah salah satu faktor yang membuat saya bisa mengenal mereka lebih dekat. Dengan tidak berfungsinya handphone otomatis membuat kami terlibat dengan banyak percakapan.

Salah satu kegiatan favorite saya adalah 
hammock talk di malam hari. Di situ, dari hammock kami masing-masing, ditemani langit yang penuh bintang dan suara ombak, kami saling bertukar cerita tentang apa saja sambil sesekali menyeruput kopi buatan bude Idho. Cerita tentang perjuangan mereka merintis Katamata Adventure, perjuangan mengenalkan wisata karst dengan cita-cita mulia di balik itu, cerita tentang keluarga masing-masing sampai dongeng tentang pengembara dan dewi salju.


Bareng mereka itu beneran such a great time. Banyak pelajaran moral yang bisa diambil dari 4 hari 3 malam bersama mereka. Bagi saya, mereka itu lebih dari sekedar guide. Saya merasa mereka seperti sahabat sekaligus kakak laki-laki yang meskipun jail dan usil tapi deep down inside mereka sebenarnya perduli.

Senin, 12 Oktober 2015

Hakikat Hidup


Berbicara masalah hakekat hidup sebenarnya membutuhkan rincian yang sangat panjang dan terinci. Namun secara ringkas, hakikat hidup bisa terungkap dari pernyataan Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, awal kehidupan adalah tangisan, pertengahannya adalah ujian dan ujungnya adalah kefanaan. Ketika anda lahir anda menangis, dan tangisan itu akan menjadi warna kehidupan. Saat anda sedih dan juga bahagia terkadang ditandai dengan tangisan.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20)

Dalam perjalanan hidup ini tidak ada orang yang tidak mendapat ujian walaupun kadarnya berbeda-beda namun ujian itu pasti ada. Semua yang ada dalam genggaman kita pada dasarnya hanya asesoris dan hiasan termasuk gelar akademis, kekayaan, harta dan keduaniaan lainnya. Kalau sudah selesailah semua, giliran pintu kematian yang akan dirasakan seluruh umat manusia.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (QS.21:35)

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 28:77)

Ada sesuatu yang kita akam dimiliki secara abadi sampai di akherat. dan juga yang hanya didunai ini. Maka jadikan dunia ini sebagai sarana dan mencari bekal untuk masuk ke alam selanjutnya. Karena alam yang akan dilalui manusia hanyalah one way, satu tiket. Alias tidak bisa balik lagi. Waspadalah, berhati-hati, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan beramal ketika didunia ini.

Senin, 05 Oktober 2015

Cerita di jogja

Sebagai tujuan wisata utama di pulau Jawa, Jogja terkenal dengan atmosfer tradisi dan budaya Jawanya yang kental. Daya tarik budaya di Jogja secara umum dibedakan menjadi 2 kategori. Kategori pertama adalah peninggalan fisik yang terdiri dari berbagai gedung tua dan bangunan bersejarah. Kategori kedua yaitu pertunjukan budaya, termasuk berbagai upacara dan tarian tradisional.

Jogja memiliki puluhan bangunan tradisional dan bersejarah yang masih berdiri sebagai jejak dari sejarah panjang yang telah dilalui kota ini. Berbagai candi yang tersebar di wilayahnya merupakan peninggalan Mataram Kuno yang menganut agama Hindu dan Budha. Sebagian besar candi di DIY berada di wilayah Sleman, sebuah kabupaten yang terletak di sisi utara dan timur Kota Jogja.

Kompleks Candi Sewu

Borobudur dan Prambanan, dua candi yang paling terkenal, ternyata secara administratif tidak berada dalam wilayah DIY. Meski begitu, Kota Jogja dan kedua candi tersebut memiliki ikatan yang kuat dalam bidang pariwisata. Beberapa candi dengan keindahan tak kalah dari Borobudur dan Prambanan di wilayah DIY antara lain Ratu Boko dan Kalasan.

Jejak peninggalan Kerajaan Mataram Islam lebih terlihat di sekitar kota karena usianya yang relatif lebih muda. Kotagede adalah tempat dimana kerajaan Mataram Islam membangun kerajaan yang pertama. Pusat aktivitas kota ini dulu dan sekarang masih berada di seputar pasar dulunya merupakan alun-alun kerajaan. Pasar ini bernama Pasar Gede atau sering dilafalkan sebagai Sargede.

Di sekitar kompleks kerajaan kuno ini terdapat dua pemakaman khusus, satu untuk raja dan keluarganya dan satu lagi untuk para pejabat kerajaan dan orang orang penting. Ada juga sebuah masjid tua yang dibangun dalam arsitektur Jawa yang kental. Jalanan kota dan gang yang sempit serta pemukiman yang padat juga merupakan warisan dari zaman kerajaan Mataram Islam.

Senin, 28 September 2015

diskripsi saya

assalamualaikum wr. wb..

goten morgen..
nama saya fahmi nur syehu, alamat asal saya di kota cirebon, dan alamat sekarang berada di kota yogyakarta, saya sedang menyelesaikan pendidikan saya di UIN Sunan kalijaga.

awal pendidikan saya di SDN 1 Gebang kulon, kemudian melanjutkan ke pendidikan SMPN 1 Gebang, dan MAN BPC.

saya lahir pada tanggal 09 bulan nopember tahun 1996, saya tinggal di dalam keluarga yang agamis, dan relevan untuk membudayakan diri saya, agar selalu mempertahan kan hal-hal yang baik di keluarga saya.
hobi saya membaca, olahraga, ngomogin orang, ngisengin orang, bahkan lebih dari itu.
trims...
wassalamualaikum wr.wb..

Senin, 01 Juni 2015

GALERI LUKISAN KALIGRAFI ISLAMI ELFANY ART

Seni lukisan kaligrafi memang termasuk seni yang berumur cukup tua. Tulisan dari bahasa Arab yang beberapa di antaranya diambil dari ayat-ayat suci Al-Qur'an dikemas dengan sangat menawan bahkan menjadi ornamen yang menghiasi tempat ibadah, rumah, fasilitas umum dan tempat-tempat lainnya. Tujuannya semata-mata sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni dan menjadi pengingat (zikir) seorang hamba kepada sang Pencipta, Allah SWT.

Tanpa sadar saat menatap gambar lukisan kaligrafi Islam mulut dan hati membaca dengan perlahan tulisan yang memuat rangkaian kata-kata islami di balik koreografi perpaduan goresan kuas dan cat yang indah tersebut. Sesaat setelah meresap di kalbu, tanpa sadar kita mengucap "Subhanallah" Maha Suci Allah yang telah menciptakan alam semesta dan betapa agung ciptaan-Nya. Rasa syukur pun tak henti-hentinya mengalir dari mulut kita bahwa kita hanyalah bagian kecil dari kehidupan ini.

Mudah-mudahan kumpulan lengkap wallpaper lukisan kaligrafi gambar gambar Islami ini bermanfaat untuk sahabat Rumah Islami sebagai bagian dari tasyakur dan cinta kepada Allah SWT.

Kumpulan Gambar-Gambar Islami Lukisan Kaligrafi Islam Indah 3 Dimensi 3D


Kumpulan  Foto Lukisan Kaligrafi Islami Gambar Islami Lukisan Islam Wallpaper Koleksi Komplit.jpg
Gambar gambar Islami Kuasa Allah Kumpulan Lukisan Kaligrafi Islam Ciptaan Illahi Koleksi Lengkap Picture
Koleksi Foto Gambar-gambar Islam Lukisan Kaligrafi Islami Komplit
Foto Gambar Wallpaper Lukisan Kaligrafi Bentuk Buah Islami Gambar Kumpulan Islami Lukisan Kaligrafi Islam Koleksi Lengkap
Kumpulan Koleksi Foto Islami Gambar Islami Lukisan Kaligrafi Islam Bentuk Masjid Lengkap.jpg
Foto Gambar gambar Lukisan Kaligrafi Kumpulan Islami Lukisan Kaligrafi Islam Koleksi Lengkap.jpg
Foto Kata-kata Islami Gambar Burung Islami Lukisan Kaligrafi Islam Koleksi Lengkap
Foto Gambar Gambar Islami Lukisan Kaligrafi Islami Koleksi Lengkap Kaligrafi
Wallaper Foto Gambar Ombak Kumpulan Islami Lukisan Kaligrafi Islam Bentuk Ombak Laut Koleksi Lengkap
Foto Basmallah Kumpulan Wallpaper Gambar Gambar  Islami Lukisan Kaligrafi Islam Koleksi Lengkap
Kumpulan Foto Gambar Islami Lukisan Kaligrafi Islami Bahasa Inggris Koleksi Gambar Lengkap

Sabtu, 30 Mei 2015

seni lukis

Seni Lukis

Seni lukis merupakan karya seni rupa berwujud dua dimensi yang dalam penciptaannya mengolah unsur titik, garis, bidang, tekstur, warna, gelap-terang, dan lain-lain melalui pertimbangan estetik. Pada karya seni rupa purbakala, objek yang dipilih kebanyakan berupa bentuk manusia, flora, dan fauna. Karya seni lukis tradisional yang terdapat di Nusantara, antara lain lukisan kaca, lukisan di atas kain, lukisan batik, lukisan wayang beber, dan lukisan pada wayang kulit (sungging). Di Sumbawa, tradisi lukisan dari nenek moyang terdapat pada nisan berukir, lukisan pada tiang, dinding rumah, dan sebagainya.
Dengan kata lain Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.

Sejarah Seni Lukis Indonesia

Perkembangan seni rupa Indonesia khususnya seni lukis tidak banyak diketahui. Hal itu karena karya tulis yang mengupas parjalanan seni rupa masih sedikit dan terbatas pada kalangan akademis. Namun, akhir-akhir ini banyak seniman yang mengupas dan menulis seputar seni dan kesenian di Indonesia, terutama tentang seni lukis.
Secara garis besar perkembangan seni rupa Indonesia meliputi seni prasejarah, sejarah seni Indonesia-Hindu, seni Indonesia-Islam, dan seni Indonesia Modern.

1. Seni Lukis Prasejarah Indonesia

Pada zaman prasejarah, seni lukis memegang peranan penting karena setiap lukisan mempunyai makna dan maksud tertentu. Pada zaman tersebut lukisan dibuat pada dinding-dinding gua dan karang.
Salah satu teknik yang digunakan oleh orang-orang gua untuk melukis di dindingdinding gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu disemprot dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna. Teknik menyemprot ini dikenal dengan nama aerograph. Media lain yang digunakan untuk membuat lukisan adalah tanah liat. Pewarna yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami seperti mineral dan lemak binatang. Pada umumnya tujuan dan tema yang dipilih untuk membuat lukisan-lukisan tersebut adalah magis.
Contoh karya seni lukis yang dihasilkan pada zaman prasejarah dapat dilihat di Gua Leang Pattakere di Maros, Sulawesi Selatan. Lukisan tersebut menggambarkan adegan perburuan. Selain itu, ada juga lukisan pada dinding-dinding gua di pantai selatan Irian Jaya (Papua). Lukisan yang terdapat di tempat tersebut menggambarkan nenek moyang. Hal yang menarik perhatian pada lukisan yang tersebar di daerah yang amat luas itu adalah siluet tangan yang terdapat di manamana. Cap tangan ini terdapat pula di Sulawesi Selatan, pada lukisan di tebing batu di teluk Sulaeman Seram, di teluk Berau Papua, dan di pulau Arguni dan di kepulauan Kei. Selain motif bayangan tangan, motif yang terdapat di banyak tempat ialah sosok manusia, perahu, matahari, bulan, burung, ikan, kura-kura, manusia, kadal, kaki, dan babi rusa.

2. Seni Lukis Hindu Klasik Indonesia

Setelah zaman prasejarah berakhir, bangsa Indonesia telah memiliki berbagai macam keahlian seperti pembuatan batu besar berbentuk piramida berundak, seni tuang logam, pertanian dan peralatannya, seni pahat, serta pembuatan batik yangdikembangkan dengan penambahan unsur-unsur baru pada waktu masuknya pengaruh Hindu. Zaman ini merupakan babak baru dalam periodisasi kebudayaan di Indonesia dan dapat dikatakan sebagai zaman sejarah karena pada zaman ini telah ditemukan peninggalan berupa tulisan. Hal ini terjadi karena adanya kontak kebudayaan dengan India sekitar abad ke-5 M.
Tema yang umum digunakan pada suatu karya seni pada masa ini antara lain tema agama, mitologi, legenda, dan cerita sejarah. Contohnya lukisan Bali Klasik yang berisi cerita Ramayana dan Mahabharata. Gaya yang dipakai pada pahatan dinding candi zaman Majapahit adalah gaya wayang dengan komposisi bidang mendatar yang padat dan sarat dengan stilasi. Sebutan gaya wayang di sini menunjukkan tanda persamaan dalam stilasi bentuk tokoh cerita wayang kulit dan lukisan Bali Klasik. Warna lukisan terbatas pada warna-warna yang dapat dicapai bahan alami seperti kulit kayu, daun-daunan, tanah, dan jelaga. Lukisan dibuat pada kain memanjang tanpa dipasang pada bingkai rentang sehingga hasilnya menyerupai lukisan gulungan. Seperti juga pahatan dinding candi dan gambar lontar, fungsi dari lukisan Bali Klasik adalah sebagai media pendidikan sesuai dengan ajaran agama atau falsafah hidup zaman Hindu.
Seni lukis di Bali mulai berlangsung ketika kebudayaan Hindu Jawa Timur terdesak oleh kebudayaan Islam. Keberadaan seni lukis yang menyatu dan berakulturasi dengan kebudayaan Hindu menjadi khas dan dikenal oleh berbagai negara hingga kini. Perkembangan seni lukis Hindu-Bali dapat diuraikan dalam tiga bagian, yaitu seni lukis Kamasan, seni lukis Pita Maha, dan seni lukis Seniman Muda.

3. Seni Lukis Islam Indonesia

Seperti pada zaman Hindu, kesenian Islam di Indonesia berpusat di istana. Seorang seniman tugasnya tidak semata-mata menciptakan karya seni, akan tetapi ia juga seorang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan dan filsafat, di samping mengenal cabang seni lainnya. Pada seni Islam, terdapat suatu pantangan untuk melukiskan motif makhluk hidup dalam bentuk realistis. Para seniman melakukan upaya kompromistis dengan kebudayaan sebelumnya. Dalam hal ini toleransi Islam mendukung proses kesinambungan tradisi seni rupa sebelumnya, tetapi dengan nafas baru, seperti hiasan dengan motif stilasi binatang dan manusia dipadukan dengan huruf Arab, baik dalam penerapan elemen estetis pada mesjid, penggarapan seni kriya, lukisan atau kaligrafi. Adapun pembuatan patung, dibuat demikian tersamar sehingga seolah-olah gambaran ini hanya berupa hiasan dedaunan atau flora.
Biasanya lukisan dibuat sebagai hiasan yang menggambarkan cerita-cerita tokoh dalam pewayangan atau lukisan binatang candra sangkala dan tentang riwayat nabi. Adapun bentuk lukisan yang disamarkan seperti lukisan kaca yang berasal dari Cirebon.

4. Seni Lukis Indonesia Baru

Seni lukis Indonesia baru yang berkembang di Indonesia seperti juga kesenian pada umumnya tidak dapat sepenuhnya dipahami tanpa menempatkannya dalam keseluruhan kerangka masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Perkembangan karya seni lukis Indonesia dipengaruhi kuat oleh kekuatan sejarah. Seni lukis Indonesia baru berkembang setelah masa seni lukis Islam. dan seni lukis pada masa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan perkembangan senirupa indonesia dimana tokohnya seperti Raden Saleh, Affandi, Basuki Abdullah dan kawan-kawan yang sudah saya pernah posting sebelumnya dan bisa anda baca disini.

Macam-macam Seni Lukis berdasarkan tujuan pembuatannya

Dalam membuat sebuah karya seni lukis, para seniman memiliki berbagai macam tujuan dan alasan pembuatan karya tersebut. Tujuan-tujuan yang dipilih oleh para seniman antara lain tujuan religius, magis, simbolis, estetis, komersil, dan ekspresi.

a. Seni Lukis untuk Tujuan Religius

Seorang seniman yang memiliki tujuan religius menjadikan lukisan yang dibuatnya sebagai pengabdian yang ditunjukan kepada Tuhan, nenek moyang, atau para dewa, baik politheisme atau monotheisme. Salah satu bentuk lukisan yang dibuat dengan tujuan religius adalah lukisan pada gua leang-leang di Maros, Sulawesi Selatan.

b. Seni Lukis untuk Tujuan Magis

Seorang seniman yang memiliki tujuan magis menjadikan lukisan yang dibuat untuk mendatangkan magis atau sihir. Lukisan ini bersifat primitif. Akan tetapi, pelukis modern juga banyak yang melukis tema dan motif primitif agar menimbulkan kesan magis. Mereka menganut paham primitivisme. Seniman-seniman yang banyak melukis tema dan motif primitif banyak terdapat di Bali.

c. Seni Lukis sebagai Tujuan Simbolis

Seorang seniman yang memiliki tujuan simbolis melakukan kegiatan melukis untuk melambangkan suatu cita-cita kehidupan pribadi atau kelompok. Misalnya, cita-cita berupa kebahagiaan, kedamaian, kekuatan, dan kehendak positif yang bermanfaat bagi manusia. Contoh lukisan yang dibuat dengan tujuan simbolis adalah lukisan kepahlawanan Pangeran Diponegoro karya Basuki Abdullah.

d. Seni Lukis untuk Tujuan Estetis

Seorang seniman yang memiliki tujuan estetis akan melukis dengan sematamata mengutamakan rasa keindahan saja sehingga lukisannya dapat dinikmati sebagai penghias dekorasi. Contoh lukisan yang memiliki tujuan estetis adalah lukisan pemandangan atau lukisan kegiatan masyarakat.

e. Seni Lukis untuk Tujuan Komersil

Seorang seniman yang memiliki tujuan komersil akan melukis dengan mengutamakan selera pembeli. Contohnya adalah para pelukis di jalan.

f. Seni Lukis untuk Tujuan Ekspresi

Seorang pelukis yang melukis dengan tujuan ekspresi akan melukis untuk mengekspresikan perasaannya sendiri, tanpa melihat unsur-unsur lain. Di sini seniman benar-benar total mencurahkan semua ekspresi dan perasaannya ke dalam sebuah lukisan. Teknik yang dipakai pun beragam dan biasanya seorang seniman ini mempunyai teknik khas tersendiri.