Senin, 14 Desember 2015
Hidup Sehat Milik Kita Bersama
Presiden Tanpa PemudaGarin Nugroho
MEA : Siapa Takut?
Pemuda Zaman Dahulu dan Masa Kini
Senin, 23 November 2015
Antara Hammock, Katamata dan Pantai Siung
Setelah beberapa cerita liburan di Gunung Kidul, Jogjakarta, mulai dari nyobain panjat tebing, menyusuri Gua Senen sampai dengan latihan kopasus di dalam perut Gua Gebyok, kali ini saya mau menceritakan tentang orang-orangnya, siapa lagi kalo bukan tiga pria ajaib yang menemani liburan singkat kemarin. Mereka tergabung di wadah penggiat wisata minat khusus : Katamata Adventure
Ketiadaaan sinyal di Pantai Siung adalah salah satu faktor yang membuat saya bisa mengenal mereka lebih dekat. Dengan tidak berfungsinya handphone otomatis membuat kami terlibat dengan banyak percakapan.
Salah satu kegiatan favorite saya adalah hammock talk di malam hari. Di situ, dari hammock kami masing-masing, ditemani langit yang penuh bintang dan suara ombak, kami saling bertukar cerita tentang apa saja sambil sesekali menyeruput kopi buatan bude Idho. Cerita tentang perjuangan mereka merintis Katamata Adventure, perjuangan mengenalkan wisata karst dengan cita-cita mulia di balik itu, cerita tentang keluarga masing-masing sampai dongeng tentang pengembara dan dewi salju.
Senin, 12 Oktober 2015
Hakikat Hidup
Berbicara masalah hakekat hidup sebenarnya membutuhkan rincian yang
sangat panjang dan terinci. Namun secara ringkas, hakikat hidup bisa
terungkap dari pernyataan Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, awal kehidupan
adalah tangisan, pertengahannya adalah ujian dan ujungnya adalah
kefanaan. Ketika anda lahir anda menangis, dan tangisan itu akan menjadi
warna kehidupan. Saat anda sedih dan juga bahagia terkadang ditandai
dengan tangisan.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20)
Dalam perjalanan hidup ini tidak ada orang yang tidak mendapat ujian walaupun kadarnya berbeda-beda namun ujian itu pasti ada. Semua yang ada dalam genggaman kita pada dasarnya hanya asesoris dan hiasan termasuk gelar akademis, kekayaan, harta dan keduaniaan lainnya. Kalau sudah selesailah semua, giliran pintu kematian yang akan dirasakan seluruh umat manusia.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (QS.21:35)
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 28:77)
Ada sesuatu yang kita akam dimiliki secara abadi sampai di akherat. dan juga yang hanya didunai ini. Maka jadikan dunia ini sebagai sarana dan mencari bekal untuk masuk ke alam selanjutnya. Karena alam yang akan dilalui manusia hanyalah one way, satu tiket. Alias tidak bisa balik lagi. Waspadalah, berhati-hati, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan beramal ketika didunia ini.
Senin, 05 Oktober 2015
Cerita di jogja
Sebagai tujuan wisata utama di pulau Jawa, Jogja terkenal dengan atmosfer tradisi dan budaya Jawanya yang kental. Daya tarik budaya di Jogja secara umum dibedakan menjadi 2 kategori. Kategori pertama adalah peninggalan fisik yang terdiri dari berbagai gedung tua dan bangunan bersejarah. Kategori kedua yaitu pertunjukan budaya, termasuk berbagai upacara dan tarian tradisional.
Jogja memiliki puluhan bangunan tradisional dan bersejarah yang masih berdiri sebagai jejak dari sejarah panjang yang telah dilalui kota ini. Berbagai candi yang tersebar di wilayahnya merupakan peninggalan Mataram Kuno yang menganut agama Hindu dan Budha. Sebagian besar candi di DIY berada di wilayah Sleman, sebuah kabupaten yang terletak di sisi utara dan timur Kota Jogja.
Kompleks Candi Sewu
Borobudur dan Prambanan, dua candi yang paling terkenal, ternyata secara administratif tidak berada dalam wilayah DIY. Meski begitu, Kota Jogja dan kedua candi tersebut memiliki ikatan yang kuat dalam bidang pariwisata. Beberapa candi dengan keindahan tak kalah dari Borobudur dan Prambanan di wilayah DIY antara lain Ratu Boko dan Kalasan.
Jejak peninggalan Kerajaan Mataram Islam lebih terlihat di sekitar kota karena usianya yang relatif lebih muda. Kotagede adalah tempat dimana kerajaan Mataram Islam membangun kerajaan yang pertama. Pusat aktivitas kota ini dulu dan sekarang masih berada di seputar pasar dulunya merupakan alun-alun kerajaan. Pasar ini bernama Pasar Gede atau sering dilafalkan sebagai Sargede.
Di sekitar kompleks kerajaan kuno ini terdapat dua pemakaman khusus, satu untuk raja dan keluarganya dan satu lagi untuk para pejabat kerajaan dan orang orang penting. Ada juga sebuah masjid tua yang dibangun dalam arsitektur Jawa yang kental. Jalanan kota dan gang yang sempit serta pemukiman yang padat juga merupakan warisan dari zaman kerajaan Mataram Islam.
Senin, 28 September 2015
diskripsi saya
assalamualaikum wr. wb..
goten morgen..nama saya fahmi nur syehu, alamat asal saya di kota cirebon, dan alamat sekarang berada di kota yogyakarta, saya sedang menyelesaikan pendidikan saya di UIN Sunan kalijaga.
awal pendidikan saya di SDN 1 Gebang kulon, kemudian melanjutkan ke pendidikan SMPN 1 Gebang, dan MAN BPC.
saya lahir pada tanggal 09 bulan nopember tahun 1996, saya tinggal di dalam keluarga yang agamis, dan relevan untuk membudayakan diri saya, agar selalu mempertahan kan hal-hal yang baik di keluarga saya.
hobi saya membaca, olahraga, ngomogin orang, ngisengin orang, bahkan lebih dari itu.
trims...
wassalamualaikum wr.wb..
Senin, 01 Juni 2015
GALERI LUKISAN KALIGRAFI ISLAMI ELFANY ART
Tanpa sadar saat menatap gambar lukisan kaligrafi Islam mulut dan hati membaca dengan perlahan tulisan yang memuat rangkaian kata-kata islami di balik koreografi perpaduan goresan kuas dan cat yang indah tersebut. Sesaat setelah meresap di kalbu, tanpa sadar kita mengucap "Subhanallah" Maha Suci Allah yang telah menciptakan alam semesta dan betapa agung ciptaan-Nya. Rasa syukur pun tak henti-hentinya mengalir dari mulut kita bahwa kita hanyalah bagian kecil dari kehidupan ini.
Mudah-mudahan kumpulan lengkap wallpaper lukisan kaligrafi gambar gambar Islami ini bermanfaat untuk sahabat Rumah Islami sebagai bagian dari tasyakur dan cinta kepada Allah SWT.
Kumpulan Gambar-Gambar Islami Lukisan Kaligrafi Islam Indah 3 Dimensi 3D









Sabtu, 30 Mei 2015
seni lukis
Seni Lukis
Sejarah Seni Lukis Indonesia
Secara garis besar perkembangan seni rupa Indonesia meliputi seni prasejarah, sejarah seni Indonesia-Hindu, seni Indonesia-Islam, dan seni Indonesia Modern.
1. Seni Lukis Prasejarah Indonesia
Salah satu teknik yang digunakan oleh orang-orang gua untuk melukis di dindingdinding gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu disemprot dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna. Teknik menyemprot ini dikenal dengan nama aerograph. Media lain yang digunakan untuk membuat lukisan adalah tanah liat. Pewarna yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami seperti mineral dan lemak binatang. Pada umumnya tujuan dan tema yang dipilih untuk membuat lukisan-lukisan tersebut adalah magis.
Contoh karya seni lukis yang dihasilkan pada zaman prasejarah dapat dilihat di Gua Leang Pattakere di Maros, Sulawesi Selatan. Lukisan tersebut menggambarkan adegan perburuan. Selain itu, ada juga lukisan pada dinding-dinding gua di pantai selatan Irian Jaya (Papua). Lukisan yang terdapat di tempat tersebut menggambarkan nenek moyang. Hal yang menarik perhatian pada lukisan yang tersebar di daerah yang amat luas itu adalah siluet tangan yang terdapat di manamana. Cap tangan ini terdapat pula di Sulawesi Selatan, pada lukisan di tebing batu di teluk Sulaeman Seram, di teluk Berau Papua, dan di pulau Arguni dan di kepulauan Kei. Selain motif bayangan tangan, motif yang terdapat di banyak tempat ialah sosok manusia, perahu, matahari, bulan, burung, ikan, kura-kura, manusia, kadal, kaki, dan babi rusa.
2. Seni Lukis Hindu Klasik Indonesia
Tema yang umum digunakan pada suatu karya seni pada masa ini antara lain tema agama, mitologi, legenda, dan cerita sejarah. Contohnya lukisan Bali Klasik yang berisi cerita Ramayana dan Mahabharata. Gaya yang dipakai pada pahatan dinding candi zaman Majapahit adalah gaya wayang dengan komposisi bidang mendatar yang padat dan sarat dengan stilasi. Sebutan gaya wayang di sini menunjukkan tanda persamaan dalam stilasi bentuk tokoh cerita wayang kulit dan lukisan Bali Klasik. Warna lukisan terbatas pada warna-warna yang dapat dicapai bahan alami seperti kulit kayu, daun-daunan, tanah, dan jelaga. Lukisan dibuat pada kain memanjang tanpa dipasang pada bingkai rentang sehingga hasilnya menyerupai lukisan gulungan. Seperti juga pahatan dinding candi dan gambar lontar, fungsi dari lukisan Bali Klasik adalah sebagai media pendidikan sesuai dengan ajaran agama atau falsafah hidup zaman Hindu.
Seni lukis di Bali mulai berlangsung ketika kebudayaan Hindu Jawa Timur terdesak oleh kebudayaan Islam. Keberadaan seni lukis yang menyatu dan berakulturasi dengan kebudayaan Hindu menjadi khas dan dikenal oleh berbagai negara hingga kini. Perkembangan seni lukis Hindu-Bali dapat diuraikan dalam tiga bagian, yaitu seni lukis Kamasan, seni lukis Pita Maha, dan seni lukis Seniman Muda.
3. Seni Lukis Islam Indonesia
Seperti pada zaman Hindu, kesenian Islam di Indonesia berpusat di istana. Seorang seniman tugasnya tidak semata-mata menciptakan karya seni, akan tetapi ia juga seorang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan dan filsafat, di samping mengenal cabang seni lainnya. Pada seni Islam, terdapat suatu pantangan untuk melukiskan motif makhluk hidup dalam bentuk realistis. Para seniman melakukan upaya kompromistis dengan kebudayaan sebelumnya. Dalam hal ini toleransi Islam mendukung proses kesinambungan tradisi seni rupa sebelumnya, tetapi dengan nafas baru, seperti hiasan dengan motif stilasi binatang dan manusia dipadukan dengan huruf Arab, baik dalam penerapan elemen estetis pada mesjid, penggarapan seni kriya, lukisan atau kaligrafi. Adapun pembuatan patung, dibuat demikian tersamar sehingga seolah-olah gambaran ini hanya berupa hiasan dedaunan atau flora.Biasanya lukisan dibuat sebagai hiasan yang menggambarkan cerita-cerita tokoh dalam pewayangan atau lukisan binatang candra sangkala dan tentang riwayat nabi. Adapun bentuk lukisan yang disamarkan seperti lukisan kaca yang berasal dari Cirebon.